I made this widget at MyFlashFetish.com.

Thursday, May 26, 2011

Ancaman Bumi Tempat Berpijak



Menurut sebuah penelitian baru-baru ini, tingkat kepunahan global mencapai 160 persen atau sudah melewati batas. Beberapa tahun terakhir, sejumlah penelitian juga memprediksi bahwa perusakan habitat akan meningkat dari 20 persen hingga 50 persen untuk semua spesies di Bumi dalam 500 tahun. Berdasarkan penelitian Stephen Hubbell, ekolog Universitas California, Los Angeles, banyak spesies yang hampir punah, meskipun hal tersebut tidak akan secepat yang dikhawatirkan. "Kabar baiknya adalah kita masih punya banyak waktu untuk bisa menyelamatkan beberapa spesies," kata Hubbell.
Kabar buruknya, tegas Hubbell, adalah hilangnya berbagai habitat di abad 21 seperti cagar alam yang dapat mempercepat kepunahan ini. Tidak ada bukti atau metode langsung yang dapat menunjukan tingkat kepunahan, jadi kebanyakan ilmuwan menggunakan metode tidak langsung untuk memperkirakan kecepatan punahnya flora dan fauna.
Metode tersebut mengkalkulasi tingkat spesies baru yang ditemukan ketika lokasi habitat baru ditemukan, yang disebut species-area relationship (SAR), berbanding terbalik dengan kurva prediksi jumlah spesies yang akan punah di lokasi habitat yang rusak dengan luas yang sama. Menurut Hubbell metode tersebut kurang tepat, karena lahan yang hilang lebih banyak dibandingkan dengan penemuan spesies barunya. Oleh karena itu, hanya satu jenis spesies yang harus ditemukan di area yang dianggap sebagai lokasi populasi baru.
Kemauan, kepeduliaan semua, kesadaran serta tindakan nyata menjadi patokan utama dalam memberikan apresiasi agar bumi tetap terjaga. Sekecil apaun perhatian kita terhadap bumi dan lingkungan sangat berharga untuk generasi selanjutnya. Menjaga bumi tercinta dan melestarikan lingkungan adalah tugas bersama dan harapan kita semua, salam lestari!!!.
Sumber : (Pit-YP dari berbagai Sumber).
Photo : Internet.

Thursday, May 12, 2011

Ancaman Orangutan di Desa Pematang Gadung dan Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kab. Ketapang




Hasil survey yang pernah dilakukan Yayasan Palung di beberapa di Kecamatan Matan Hilir Selatan bahwa di Desa Sungai Besar, Desa Sungai Pelang dan Desa Pematang Gadung merupakan habitat Orangutan termasuk wilayah-wilayah yang sekarang telah menjadi areal perkebunan sawit dan pertambangan. Namun hingga ini individu Orangutan serta habitatnya terus mengalami ancaman. Sebagian besar hutan yang terdapat di beberapa desa diatas merupakan hutan rawa gambut dan menjadi tempat yang nyaman bagi Orangutan untuk berdiam.

Keberadaan orangutan sebagai salah satu satwa dilindungi yang terancam punah sudah cukup memprihatinkan terutama habitat dan populasi Orangutan yang berada di luar kawasan konservasi. Ancaman terhadap habitat lebih disebabkan maraknya pembukaan areal perkebunan, pertambangan dan pemukiman, illegal logging. Semakin besarnya kebutuhan masyarakat akan lahan pertanian dan perkebunan dengan sumber daya alam yang terbatas, maka semakin meningkat pula ancaman keberadaan dan kelangsungan Orangutan untuk hidup. Artinya, semakin banyak aktivitas yang berkaitan langsung dengan habitat dan populasi Orangutan mengakibatkan semakin sempitnya habitat bagi Orangutan hidup yang secara langsung mengancam terhadap individu Orangutan karena diburu untuk kosumsi sebagai makanan, dipelihara maupun diperdagangkan. Posisi keterancaman Orangutan yang terus berlanjut sudah patut untuk mendapatkan perhatian lebih dalam upaya perlindungannya, terutama orangutan yang berada di alam bebas.

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan Yayasan Palung sejak tahun 2004 s/d 2010 di Kecamatan Matan Hilir Selatan terdapat 22 kasus kejahatan terhadap satwa dilindungi (14 kasus pemeliharaan Orangutan, 4 kasus pemeliharaan Kelempiau, 2 kasus pemeliharan Burung Enggang, 1 kasus pemeliharan Beruang Madu dan 1 kasus pemeliharan Bekantan). Bahkan berdasarkan catatan Yayasan Palung sejak tahun 2004 s/d 2010 di Kecamatan Matan Hilir Selatan terdapat 13 satwa dilindungi yang bisa diselamatkan (12 individu Orangutan dan 1 ekor Kelempiau). Penyelamatan satwa dilindungi tersebut dilakukan baik melalui proses penyitaan maupun melalui proses penyerahan dari pemilik satwa. Proses peyelamatan satwa dilindungi tersebut dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Seksi Konservasi Wilayah 1 Ketapang dan dilakukan Polres Ketapang.

Adapun ancaman Orangutan berdasarkan hasil investigasi, pasca pemberantasan illegal logging oleh Mabes Polri tahun 2008 setidaknya bisa mengerem lajunya kerusakan hutan di Kabupaten Ketapang. Namun diakui sampai saat ini aktivitas illegal logging masih tetap saja terjadi walaupun intensitasnya menurun di banding pasca pemberantasan illegal logging. Masih terjadinya aktivitas illegal logging terutama di beberapa Desa di Kecamatan Matan Hilir Selatan dikarenakan sulitnya lapangan pekerjaan, harga kayu yang sangat menjanjikan serta besarnya permintaan akan kebutuhan kayu baik untuk bahan bangunan rumah, sarang burung walet, pembuatan camp pekerja tambang, pemintaan dari pihak perusahaan perkebunan untuk pembangunan asrama karyawan dan perkantoran. Bermotif hal tersebutlah membuat aktivitas illegal logging masih tetap terjadi hingga saat ini.
Dampak lainnya yang tak kalah hebatnya adalah land clearing, sebelum dilakukan land clearing terlebih dahulu di buat kanal-kanal (Parit Gajah) membuat Orangutan terjepit di tengah habitatnya dan tidak bisa keluar dari areal konsesi perkebunan. Juga dampak pembuatan Parit gajah baik di dalam maupun diluar areal konsesi perkebunan akan berdampak rusaknya habitat Orangutan serta akan memutus koridor Orangutan. Dampak lainnya adalah sering terjadinya komplik Orangutan dengan perkebunan karena menyempitnya habitat Orangutanyang secara langsung berkurangnya pakan Orangutan. Menyempitnya habitat serta berkurangnyapakan Orangutan membuat sering terjadinya komplik Orangutan dengan perkebunan. Selain itu, pertambangan illegal lokasi Tempeleng, Lokasi Inhutani Dalam, Lokasi Lubuk Sempuk, Lokasi Pematang Gadung, Lokasi Padang Kuning, Lokasi Padang Bunga, Lokasi Kemuning Biutak, Lokasi Keruing Dalam, Lokasi Betet, Lokasi Muhai, dll. Salah satu lokasi Pertambangan terdapat di titik koordinat S 01º50´08.9" E 110º18´05.1" dan S 01º49´39.4" E 110º15´44.4"
Keadaan ini menjadikan habitat dan populasi Orangutan semakin terjepit dan hampir dipastikan populasinya semakin terancam, habitat dan hutan semakin kritis. Kepeduliaan, kesadaran kita semua menjadi patokan utama yang tidak dapat ditawar untuk selalu menghargai alam dan dan lingkungkungan serta satwa.(Pit-YP).
foto, oleh : (Bedu- YP).

Tuesday, May 3, 2011

Pelantikan Anggota Sispala SMA 3 Ketapang, sebagai Pembentukan Mental dan Peduli Lingkungan dengan Mengadakan Penanaman Pohon



Pada tanggal 30 April sampai 01 Mei 2011 bertempat di Pasir Mayang, Kabupaten Kayong Utara, Yayasan Palung bersama dengan Relawan RebonK dan Tajam melaksanakan Pelantikan 21 orang peserta dari Sispala SMA 3 Ketapang. Pelantikan anggota Sispala SMA 3 Kabupaten Ketapang ini merupakan pelantikan yang ke – II, pelantikan dilaksanakan oleh pihak sekolah dan Para relawan RebonK dan Tajam, Yayasan palung dalam kegiatan ini sebagai fasilitator.

Kegiatan ini dimulai dari pukul 18.00 wib, dimulai dengan mendirikan tenda, persiapan para peserta untuk istirahat sejenak dan makan malam. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan mengadakan caraka malam. Pukul 19.00 wib melaksanakan caraka malam, para peserta menyusuri jalur pantai Pasir Mayang dengan menempuh waktu kurang lebih 2,5 jam perjalanan. Selama dalam perjalanan peserta diajak untuk menguji mental para peserta untuk diajak berani menempuh perjalan malam. Selain itu juga, peserta diajak untuk melaksanakan fun game. Fun game ini terdiri dari game bom waktu, memasukkan paku ke dalam botol dan game borgol. Game ini dengan harapan agar peserta dari Sispala muncul kreatifitas dan pola pikir kritis. Setelah rangkaian fun game selesai, peserta diajak untuk ikut dalam acara keakraban. Acara keakraban ini dengan maksud agar semua peserta dapat mengenal satu sama lain, baik kepada sesame peserta, panitia dan kepada guru mereka.

Keesokan harinya peserta diajak untuk bersama-sama melakukan penanaman pohon di sekitaran pantai Pasir Mayang, sebanyak sepuluh bibit pohon. Adapun bibit yang ditanam adalah Pohon Mahoni dan Akasia. Tinggi dari rata-rata bibit pohon Mahoni adalah 10 cm. Penanaman pohon salah satu tujuan untuk mencegah abrasi di sekitar pantai. Jumlah peserta dari kegiatan ini 62 orang yang terdiri dari 16 orang undangan, 21 orang peserta dan 25 panitia. Kegiatan ini merupakan kegiatan dari sekolah. Semua peserta merasa sangat bersemangat dan mengikuti kegiatan sampai selesai, dalam kegiatan ini sempat terguyur hujan dari malam hingga pagi hari. (Pit-YP).

Monday, April 25, 2011

Yayasan Palung Sukses Melaksanakan Kegiatan dalam Rangka Memperingati Hari Bumi 2011





Rangkaian kegiatan Hari Bumi 2011 yang dilaksanakan pada 24/ 04 berjalan sesuai rencana. Walaupun Kegiatan ini sedikit molor dikarenakan hujan, semestinya dimulai pukul 06.00 wib. Kegiatan baru dimulai pada pukul 07.00 wib. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan secara simbolis oleh Direktur Yayasan Palung, Andrew De Sausa, selanjutnya dilakukan pelepasan balon tanda peringatan hari bumi diadakan. Pembukaan kegiatan hari bumi ini juga disuguhan tarian tradisional Melayu yang dipersembahkan oleh Relawan Tajam. Adapun rute jalan santai Start awal dimulai melalui jalan Sepakat menuju jl. Sisingamangaraja kemudian menuju Jl. R.Suprapto selanjutnya Jl. K.H. Mansyur – Jl. Kolonel Sugiono- Jl. D.I. Panjaitan kemudian kembali ke rute awal di lapangan Sepakat. Kegiaatan jalan santai berahir pada pukul 08.00 wib. Adapun peserta yang mengikuti jalan santai ini diikuti sekitar 200 orang peserta.

Setelah kegiatan jalan santai berakir dilanjutkan Pengumpulan kupon undian untuk Doorprize. Untuk doorprize hadiah utamaya adalah Handpone (HP) dan hadiah-hadiah hiburan lainnya seperti kaos (tisert), payung, handuk dan hadiah-hadiah lain. Berbagai acara seperi kreasi Barang bekas, fun game tentang permainan Koran ajaib, dimana peserta mengikuti dengan semangat, demikian pula halnya dengan kreasi barang bekas. Untuk kreasi barang bekas peserta yang ikut terdiri dari enam kelompok, dari enam kelompok yang mengikuti kreasi semua hasil kreasinya semuanya mendapat apresiasi karena keterampilan mereka mengolah barang-barang bekas dibuat menjadi barang bermanfaat. Dari kreasi barang bekas, peserta berhasil membuat miniatur kotak sampah, membuat miniatur mobil-mobilan,selain itu juga botolan sisa-sisa air mineral dikreasikan menjadi tempat penyimpan telur dari botol sisa air mineral mereka buat menjadi kotak sampah. Tidak hanya itu, mereka juga membuat sisa-sisa pipet menjadi hiasan bunga yang menarik.

Rangkaian acara selanjutnya yaitu adalah acara hiburan yang menampilkan Band Perkusi dari Komunitas KDC (Ketapang Drumer Club) mereka menampilkan permainan drum dari barang-barang bekas seperi menggunakan dirigen (ken bekas), botol-botol kaca diisi air, menggunakan panci, dan kuali/wajan mereka memainkan lagu gundul-gundul pacul dengan sangat menghibur dan memukau penonton yang hadir. Tidak hanya itu, kegiatan hari bumi kali ini menampilkan teater yang mengetengahkan tema O2, bercerita tentang Pemanasan global, inti dari cerita ini mengajak generasi muda khususnya anak sekola untuk tergerak untuk menghargai bumi dan lingkungan sekitar dengan hal-hal kecil seperti sampah. Teater ini dimainkan oleh Taruna Penjaga alam (Tajam) dan dari Komunitas Pedahasan Tikar selembar, dengan jumlah pemain delapan orang. Kegiatan hari bumi ini berjalan dan terselenggara sesuai dengan rencana dan sukses berkat dukungan dari semua donator, Tajam, Sispala Care, KDC, HS 68, pihak Kepolisiaan, semua kawan-kawan Yayasan Palung dan terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu.

Wednesday, April 20, 2011

Monday, April 18, 2011

Kegiatan Bakti Sosial dalam rangka Menyonsong Hari bumi bumi 22 April 2011





Rangkaian dari beberapa kegiatan menyambut hari bumi telah dilaksanakan, salah satu kegiatan adalah Bakti Sosial. Bakti sosial yang dilaksanakan pada hari minggu, 17 April 2011. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah awal untuk mengajak sekaligus kampanye akan pentingnya memperhatikan sampah.
Kegiatan di mulai dari jam 07.00 - 09.00 wib, pelaksanaan kegiatan dimulai dari jalan R. Suprapto menuju bundaran Ale-ale selanjutnya balik arah ke jl. R. Suprapto kembali. Kegiatan ini di hadiri sekitar 500 peserta. Kegiatan ini berkat kerjasama Yayasan Palung, Tajam dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan kabupaten Ketapang. Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Kodim Ketapang dan para pelajar SMU Kabupaten Ketapang dan instansi pemerintah lainnya seperti dinas Disbudparpora.
Selaku Penanggungjawab kegiatan Bakti Sosial kali adalah Desi Kurniawati dari Yayasan Palung. Menurut Desi, Baksos ini merupakan Kepeduliaan terhadap keindahan kota Ketapang tidak hanya dari perangkat pemerintah saja tetapi tugas masyarakat juga. Kebersihan lingkungan tidak hanya tugas pemerintah, melainkan tugas dan kepweduliaan sesama. Lebih lanjut Desi Kurniawati mengatakan, tujuan kegiatan ini sebagai motivasi agar setiap orang tidak membuang sampah sembarangan. Kepedulian kita, merupakan kepedulian masyarakat, pemerintah dan kepedulian sesama.
Kegiatan bakti sosial ini berlangsung sukses, para peserta yang hadir dalam kegiatan ini sekitar 500 orang. Setelah melakukan bakti sosial, dilanjutkan dengan pembagian doorprize pada para peserta. Rangkaian kegiatan menyonsong hari bumi selanjutnya dilaksanakan pada tanggal 24 April 2011. Adapun rencana rangkaian kegiatan berupa jalan santai, Teater, music (band perkusi dari kreasi barang bekas), pemutaran film adapun tempat pelaksanaan adalah di lapangan sepakat dan pameran photografi bekerjasama dengan Ketapang Photografi Community bertempat di Gedung Pancasila, pada tanggal 29 April sampai dengan 1 Mei 2011.
Rangkaian kegiatan lainnya adalah Road show lacure (ceramah lingkungkan) ke sekolah-sekolah dan road show ke radio-radio yang ada di Ketapang. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 01 - 30 April 2011 yang bertema: “Stop Pemanasan Global, Hijaukan Bumi Kayong Kita”. (Pit-YP).

Sunday, April 10, 2011

Memperingati Hut Sispala Care ke -4, Adakan Donor Darah





Sabtu, 09 April 2011 Sispala Care memperingati hari jadi yang ke -4. Rangkaian acara mereka laksanakan adalah melalukan Donor Darah. Kegiatan ini diselenggarakan di SMA 2 Ketapang, Kalimantan Barat.
Waktu kegiatan dimulai dari pukul 09.00 wib sampai jam 11.45 wib, rangkaian kegiatan ini merupakan rangkaian acara rutin tahunan.
Penggalangan Donor darah ini merupakan salah satu bentuk perhatian Sispala Care terhadap sesama. Mengingat kebutuhan akan darah sangat tinggi di Kabupaten Ketapang. Menurut Fadli Ahmad, ST kegiatan ini memiliki arti tersendiri bagi SMA dan Sispala Care khususnya bagi sesama yang membutuhkan. Penggalangan Donor darah ini akan diserahkan pada PMI cabang Ketapang.
Pada donor kali ini, 29 orang dari 60 orang yang mendaftar mendonor. Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Langit Kediuk, PMI, RK. TAJAM, Yayasan Palung. Undangan yang hadir pada acara ini kebanyakan dari sekolah-sekolah SMA di Kabupaten Ketapang, dan dari istansi Disbudparpora, Yayasan Palung, Telkom. Kegiatan donor darah kali ini dihadiri oleh sekitar 60 peserta.
Selanjutnya pada tanggal 12 April 2011 diadakan Upacara hari jadi Sispala Care dan p enanaman pohon yang akan dilaksanakan di lingkungan sekolah SMA 2 Ketapang. Sedangkan lomba panjat tebing diselenggarakan pada tanggal 23-24 April 2011 bertempat di Stadion Tentemak Ketapang.
Kegiatan donor darah kali ini berjalan sesuai dengan rencana dan Sukses berkat kerjasama yang baik dari semua pihak. (PIT-YP).